Kamis, 05 November 2009

Candi Jawar Ombo





Jalan tanah berbatu menuju lereng selatan gunung itu sebenarnya dapat dilintasi kendaraan bermotor.

Akan tetapi bila hujan jalan licin dan berlumpur dan harus ditempuh dengan berjalan kaki.

Perjalanan makin mendaki saat mendekati lokasi, hingga tampak sosok bangunan batu terlihat samar, diselimuti kabut dingin dan rimbunnya pepohonan.

Penduduk setempat menyebutnya Candi Jawarombo, yang masuk wilayah Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampel Gading, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Bangunan peninggalan masa Hindu-Buddha itu ditemukan penduduk + tahun 1983 dalam keadaan terpendam tanah.

Lokasi situs berada pada posisi 8§ 08' 50,9" Lintang Selatan dan 112§ 53' 21,05" Bujur Timur dengan ketinggian di atas 1.400 m dpl.

Candi ini tinggal bagian batur (alas) berdenah bujur sangkar dengan ukuran 6 X 6 meter dan tinggi 60 cm.

Pada lantai batur terdapat empat umpak batu yang berlubang bagian tengahnya untuk menegakkan tiang. Mungkin bangunan suci ini memakai tiang kayu dengan atap rumbia atau ijuk, karena tidak dijumpai pecahan-pecahan genteng di bawahnya.

Profil kaki candi berupa pelipit setengah lingkaran dan segi empat.
Keempat sisi batur dihiasi relief-relief yang menggambarkan teratai (lotus), pilaster, dan Tapak Dara.

Pada sisi bangunan dihiasi oleh lima teratai, empat Tapak Dara dan 10 pilaster yang ditempatkan berselang-seling.

Pahatan sosok manusia pada relief digambarkan seperti wayang, gaya pahatan seperti relief-relief bangunan candi masa akhir Majapahit.

Ini bisa dilihat pada bangunan-bangunan di lereng G. Penanggungan, di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Situs Candi Jawarombo menghadap puncak G. Mahameru / G. Semeru, gunung tertinggi di Jawa Timur.

Pintu masuk candi ada di selatan dengan adanya sisa-sisa bangunan gapura dari batu.
Dilokasi ini ditemukan arca batu yang memegang gada. Ini adalah cirri arca Dvarapala.

Dvarapala merupakan arca yang ditempatkan di depan pintu atau gerbang menuju bangunan suci candi. Memiliki kekuasaan untuk melindungi dari berbagai serangan kekuatan jahat.(From www.indoforum.org)
__________________

Sabtu, 05 September 2009

Mengapa petani tidak bisa kaya raya ???

Indonesia adalah negara agraris, dengan tanah yang begitu luas dan sangat subur, terletak di iklim tropis yang memungkinkan di banyak daerah dapat menanam sepanjang tahun. Namun, kenapa masih banyak penduduknya yang hidup di bawah garis kemiskinan??
Setelah saya mencoba terjun langsung di dunia pertanian, ternyata memang banyak sekali kendala yang di hadapi oleh petani. Petani yang saya maksud ini adalah petani yang betul-betul petani, bukan petani berdasi (termasuk saya.... hehehe). Kendala yang tidak bisa di prediksi adalah faktor alam, banjir, longsor, gempa bumi, kemarau panjang dsb. Makanya saya mengeliminir kendala non teknis tersebut. Secara garis besar kendala tersebut sebagai berikut :
  • Ketersediaan lahan
  • Kecukupan modal
  • Pengetahuan yang kurang
  • Ketersediaan bibit, pupuk, dan saprodi
  • Informasi pemasaran
Kelima hal tersebut sangat berkaitan erat. Saya berikan contoh, seorang petani tetangga saya di kebun memiliki lahan 2000m2, di tanami wortel,,,,, bibit seadanya (bikin sendiri), pupuk dan obat2an kurang dari cukup karena keterbatasan modal. Setelah menebar benih, saya sampai heran.... 2 bulan baru dia ke kebun lagi untuk merawat,,, (dipikir tanaman bisa tumbuh sendiri kali' yah).... lagi lagi karena keterbatasan modal tidak mampu membayar pekerja. Nah, dari hal-hal itu saja sudah menunjang minim nya hasil panen nya. Kalau saya dengan lahan seluas 1000m2 dapat menghasilkan 2.5 ton, dia hanya dapat 1 ton kurang. Sudah hasil kurang, di mainkan lagi harganya sama para tengkulak....... dengan berbagai macam alasan tengkulak menawar harga serendah2nya. Kalau wortel saya bisa terjual dengan harga Rp 2000, wortel bapak itu cuman di tawar Rp 1000. Belum lagi kalau mereka bawa sendiri hasil kebun nya ke pasar induk, sebelum barang datang tengkulak pasar menginformasikan harga yang menggiurkan, setibanya di pasar..... barang tidak di bongkar secepatnya ( dibiarkan kena panas biar layu), setelah sore baru di bongkar dengan harga separuh dari yg sudah di janjikan, alasannya sayurannya sudah banyak yang layu. Miris memang... tapi itu lah yang terjadi di sebagian besar petani kecil...
Dari ilustrasi tersebut, bisa di hitung berapa pengasilan petani itu per tahunnya,,,, apa cukup buat hidup sehari hari ?? Jangan mimpi bisa di pake belanja di carrefour deh duitnya....
Tentu harus di cari solusinya, saya ngga tahu siapa yah yang paling bertanggung jawab dengan keadaan tersebut. Saya berangan-angan seandainya kendala di poin pertama dan kedua dapat di eliminir, poin-poin berikutnya pasti akan tereliminir dengan sendirinya. Tidak bisa salah satu, ada lahan tidak ada modal, yah bongkok. Ada pengetahuan tapi tidak ada lahan dan modal, melamun berarti.
Dengan ketersediaan lahan dan kecukupan modal tentu akan gampang bagi para penyuluh untuk memberi pengetahuan kepada petani bahwa untuk menanam di butuhkan bibit berkualitas, pupuk cukup, obat-obatan hama dan penyakit yang intensif, dan lain lain. Jika hal tersebut sudah tercapai, hasilnya tentu akan maksimal.... jika hasil maksimal bukan mereka yang mencari pasar, tapi pasar yang akan mencari mereka. Tentu saja hal ini akan meningkatkan harga jual yang otomatis akan meningkatkan taraf hidup para petani.
Barangkali kalau ada teman2 yang ingin berinvestasi, investasikanlah kepada petani, karena ternyata bidang ini kalau di kelola dengan manajemen yang baik akan memberikan keuntungan yang tidak sedikit kepada investor dan petani. Mudah2an kedepannya ada banyak petani betulan yang bisa menjadi petani berdasi.

Analisa Usaha Penggemukan Kambing

Usaha penggemukan kambing dapat dilakukan selama 150 hari untuk satu kali periode. Asumsi yang harus di perhatikan dalam perhitungan biaya dan penerimaan adalah sebagai berikut
  • 100 ekor bakalan kambing berumur antara 4-5 bulan
  • penambahan bobot/besar kambing selama 150 hari
  • Untuk 100 ekor kambing di butuhkan pakan konsentrat sebanyak 25 kg/hari dan hijauan 10 ikat/hari
  • Ketersediaan pakan hijauan pada satu kali periode adalah mutlak di perlukan.
  • Penyusutan kandang adalah 5% * 30.000.000 = 1.500.000
Analisis usaha penggemukan per 150 hari :

Biaya






Tenaga kerja
150 hari @ 50,000 = 7,500,000
Bakalan
100 ekor @ 800,000 = 80,000,000
Konsentrat
3750
kg @ 1,350 = 5,062,500
Hijauan
1500
ikat @ 10,000 = 15,000,000
Obat-obatan
100 ekor @ 5,000 = 500,000
Penyusutan Kandang




= 1,500,000
Lain-lain




= 5,000,000
Total




= 114,562,500








Penerimaan
100 ekor @ 1,500,000 = 150,000,000








Keuntungan

150.000.000-114.562.500

= 35,437,500

Analisa ini saya buat dengan perhitungan pembelian bakalan harga maksimal dan penerimaan penjualan dengan harga minimal, tentu saja parameter tersebut dapat berubah sesuai dengan waktu penjualan. Menurut pengalaman jika penjualan di lakukan pada saat hari raya Idul Adha, harga kambing dapat mencapai sekitar Rp 2.000.000/ ekor.

Analisa Usaha Tanaman Wortel


ANALISA HASIL WORTEL /HEKTAR LAHAN






waktu tanam 120 hari





NO NAMA BAHAN KEBUTUHAN
SATUAN HARGA SATUAN JUMLAH KETERANGAN
1 Pupuk kandang 10,000
kg 250 2,500,000 pupuk dasar
2 kapur(dolomit) 400
kg 250 100,000 pupuk dasar
3 ZA 200
kg 650 130,000 pupuk dasar
4 SP36 200
kg 650 130,000 pupuk dasar
5 Phonska 200
kg 650 130,000 pupuk dasar
6 KCL
kg 650 - pupuk dasar

7 Super K 5
liter 50,000 250,000 pupuk lanjutan/untuk umbi atau buah
8 Vitabloom 5
kg 56,000 280,000 pupuk lanjutan/perangsang tanaman
10 Atonik/Multimikro 10
liter 67,000 670,000 penyedia unsur mikro
11 NPK mutiara 1
sak 385,000 385,000

12 Curacron -
liter 95,000 - Insektisida ulat
13 Mkozep -
kg 78,000 -
14 agristick/triton -
liter 15,000 - Perekat
15 Dursban -
liter 60,000 - Fungisida






4,575,000









tenaga kerja 480
hari 25,000 12,000,000

bibit 25
kaleng 37,500 937,500

TOTAL BIAYA



17,512,500

HASIL 50,000
KG 1,500 75,000,000

PROFIT



57,487,500
























Minggu, 30 Agustus 2009

Analisa Usaha Tanaman Kentang


ANALISA HASIL KENTANG /HEKTAR LAHAN



waktu tanam 110 hari




NO NAMA BAHAN KEBUTUHAN SATUAN HARGA SATUAN JUMLAH KETERANGAN
1 Pupuk kandang 20,000 kg 250 5,000,000 pupuk dasar
2 kapur(dolomit) 400 kg 250 100,000 pupuk dasar
3 ZA 300 kg 650 195,000 pupuk dasar
4 SP36 300 kg 650 195,000 pupuk dasar
5 Phonska 300 kg 650 195,000 pupuk dasar
6 KCL 100 kg 650 65,000 pupuk dasar







7 Super K 15 liter 50,000 750,000 pupuk lanjutan/untuk umbi atau buah
8 Vitabloom 15 kg 56,000 840,000 pupuk lanjutan/perangsang tanaman
9 Mamigro 15 kg 24,000 360,000 pupuk lanjutan/daun
10 Atonik/Multimikro 10 liter 67,000 670,000 penyedia unsur mikro
11 NPK mutiara 10 sak 385,000 3,850,000







12 Curacron 11 liter 95,000 1,045,000 Insektisida ulat
13 Mkozep 60 kg 78,000 4,680,000 Fungisida
14 agristick/triton 15 liter 15,000 225,000 Perekat
15 Dursban 4 liter 60,000 240,000 Fungisida





18,410,000








tenaga kerja 440 hari 25,000 11,000,000

bibit 1,200 kg 12,000 14,400,000

TOTAL BIAYA


43,810,000

HASIL 30,000 KG 3,000 90,000,000

PROFIT


46,190,000







Jumat, 28 Agustus 2009

Kenapa kentang ????

Pada akhir bulan November 2008, kami mensurvey lahan pertanian di desa Mulyoasri, Kecamatan Ampel Gading, Malang Selatan. Pada awalnya cukup seru juga, kita tidak bisa di tunjukkan lokasi nya karena kondisi pada saat itu hujan deras dan jalan menuju lokasi masih jalan tanah yang pastinya licin jika hujan. Setelah melalui proses perjuangan yg cukup panjang dan melelahkan akhirnya kami mampu mendapatkan lahan seluas 12Ha. Kenapa kami tertarik sekali dengan lahan tersebut, karena kenyataan bahwa lahan tersebut selama kurang lebih 20 tahun tidak pernah di garap, sehingga humus dan unsur hara nya sangat tinggi... masih lahan perawan gitu.
Pada bulan Februari 2009, mulailah kegiatan Altara Farm.
Waktu pertama buka lahan, kami belum bisa menentukan apa yang ingin kami garap di lahan seluas itu, saya mencoba belajar di Parung, Bogor, untuk melihat peluang apa yang bisa kami jalankan. Kami belajar hidroponik, tanaman organik, dengan jenis tanaman Hortikultura. Dari belajar hidroponik ini lah yg membawa kami ke daerah Bantaeng, Sulawesi Selatan untuk belajar teknik penanaman tanaman kentang secara aeroponik. Tanaman kentang tersebut ternyata adalah merupakan hasil perbanyakan kultur jaringan kentang, untuk di jadikan bibit kentang yg unggul. Kami bertemu dengan Prof. Baharuddin, yang merupakan staf pengajar di jurusan Ilmu Hama dan Penyakit, Universitas Hasanuddin, Makassar,, yang memberikan masukan kepada kami untuk mencoba menjadi penangkar bibit kentang hasil kultur jaringan beliau. Setelah mendapat penjelasan dari beliau, akhirnya kami tahu kendala sebagian besar petani kentang adalah ketersediaan bibit yang berkualitas dan terjamin generasi keberapanya. Petani kentang saat ini banyak yg tidak tahu bibit mereka itu sudah ditanam berapa kali, yang tentu saja membawa pengaruh terhadap hasil produksi mereka. Menurut Prof, Baharuddin, kentang dengan bibit yg unggul dan perawatan maksimal dapat menghasilkan antara 25 sampai 35 ton/hektarnya. Bahkan di daerah Sulawesi Utara ada informasi petani kentang di sana dapat mencapai hasil sekitar 50 ton/ hektar. Dibandingkan dengan hasil kentang di daerah Batu, dan Ngadas Jawa Timur yg maksimal 15 ton perbulan, tentu hampir separuh dari produksi maksimal tanaman kentang itu sendiri. Walaupun di daerah Ranupani dan Tosari di kabarkan dapat menghasilkan lebih dari itu. Namun secara menyeluruh hasilnya tidak merata.
Jadi petani dengan modal besar, tanamannya biasanya hasilnya baik, sedangkan petani dengan modal kecil tanamanannya kurang baik.
Hal ini di akibatkan karena mahal nya harga bibit konsusmsi kentang itu sendiri, dari info yg kami dapatkan, untuk kentang Granola generasi Ke-3 petani harus membeli dengan harga Rp 14.000/kg nya. Jadi untuk lahan seluas 1 hektar petani harus mengeluarkan dana sebesar Rp 14 juta untuk bibit. Itupun kalau benar generasi ke 3.... kalau sudah generasi ke 100 tapi di bilang generasi ke 3 pun kita tidak bisa membedakan. Perbedaannya nanti kelihatan kalau sudah panen.... hasilnya banyak atau sedikit, kalo banyak, berarti bener... kalau sedikit berarti bangkrut.
Dengan bimbingan dan arahan dari beliau, sehingga kami tertarik untuk membuat penangkaran benih kentang di Mulyoasri, Malang. Tentunya di awali dengan analisa tanah, air, dan iklim yg kami lakukan di Universitas Brawijaya Malang. Pada awal bulan April 2009, kami melakukan percobaan proses aklimatisasi pertama dari kultur jaringan kentang jenis Granola L, dengan mendatangkan bibit kultur sebanyak 100 botol, dan mendatangkan bibit kentang Granola L generasi ke 2, dari penangkaran bibit Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Proses perbanyakan benih yang dari botol sampai sekarang masih berlangsung, target kami adalah dapat menghasilkan 2jt umbi kentang benih.
Penanaman bibit kentang di lahan sendiri kami lakukan pada awal bulan Juni 2009, sehingga sampai sekarang (Agusutus 2009) sudah memasuki masa panen, ternyata hasilnya sangat memuaskan. Dari luas lahan 0.5 hektar kami dapat menghasilkan 22.5 ton kentang. Berarti dapat mencapai 45 to/ hektar nya... Lumayan... :)
Nah.... Mudah2an hasil yang kami capai tersebut dapat bermanfaat bagi orang lain, karena pada dasarnya kami melakukan kegiatan ini di dasari niat untuk membantu petani di daerah Mulyoasri pada khususnya untuk dapat meningkatkan taraf hidup mereka. Sy berharap, daerah desa Mulyoasri dapat menjadi salah satu sentra pertanian kentang di Jawa Timur, mengingat kondisi geografis yang sangat memungkinkan untuk hal itu terjadi....