Sabtu, 05 September 2009

Mengapa petani tidak bisa kaya raya ???

Indonesia adalah negara agraris, dengan tanah yang begitu luas dan sangat subur, terletak di iklim tropis yang memungkinkan di banyak daerah dapat menanam sepanjang tahun. Namun, kenapa masih banyak penduduknya yang hidup di bawah garis kemiskinan??
Setelah saya mencoba terjun langsung di dunia pertanian, ternyata memang banyak sekali kendala yang di hadapi oleh petani. Petani yang saya maksud ini adalah petani yang betul-betul petani, bukan petani berdasi (termasuk saya.... hehehe). Kendala yang tidak bisa di prediksi adalah faktor alam, banjir, longsor, gempa bumi, kemarau panjang dsb. Makanya saya mengeliminir kendala non teknis tersebut. Secara garis besar kendala tersebut sebagai berikut :
  • Ketersediaan lahan
  • Kecukupan modal
  • Pengetahuan yang kurang
  • Ketersediaan bibit, pupuk, dan saprodi
  • Informasi pemasaran
Kelima hal tersebut sangat berkaitan erat. Saya berikan contoh, seorang petani tetangga saya di kebun memiliki lahan 2000m2, di tanami wortel,,,,, bibit seadanya (bikin sendiri), pupuk dan obat2an kurang dari cukup karena keterbatasan modal. Setelah menebar benih, saya sampai heran.... 2 bulan baru dia ke kebun lagi untuk merawat,,, (dipikir tanaman bisa tumbuh sendiri kali' yah).... lagi lagi karena keterbatasan modal tidak mampu membayar pekerja. Nah, dari hal-hal itu saja sudah menunjang minim nya hasil panen nya. Kalau saya dengan lahan seluas 1000m2 dapat menghasilkan 2.5 ton, dia hanya dapat 1 ton kurang. Sudah hasil kurang, di mainkan lagi harganya sama para tengkulak....... dengan berbagai macam alasan tengkulak menawar harga serendah2nya. Kalau wortel saya bisa terjual dengan harga Rp 2000, wortel bapak itu cuman di tawar Rp 1000. Belum lagi kalau mereka bawa sendiri hasil kebun nya ke pasar induk, sebelum barang datang tengkulak pasar menginformasikan harga yang menggiurkan, setibanya di pasar..... barang tidak di bongkar secepatnya ( dibiarkan kena panas biar layu), setelah sore baru di bongkar dengan harga separuh dari yg sudah di janjikan, alasannya sayurannya sudah banyak yang layu. Miris memang... tapi itu lah yang terjadi di sebagian besar petani kecil...
Dari ilustrasi tersebut, bisa di hitung berapa pengasilan petani itu per tahunnya,,,, apa cukup buat hidup sehari hari ?? Jangan mimpi bisa di pake belanja di carrefour deh duitnya....
Tentu harus di cari solusinya, saya ngga tahu siapa yah yang paling bertanggung jawab dengan keadaan tersebut. Saya berangan-angan seandainya kendala di poin pertama dan kedua dapat di eliminir, poin-poin berikutnya pasti akan tereliminir dengan sendirinya. Tidak bisa salah satu, ada lahan tidak ada modal, yah bongkok. Ada pengetahuan tapi tidak ada lahan dan modal, melamun berarti.
Dengan ketersediaan lahan dan kecukupan modal tentu akan gampang bagi para penyuluh untuk memberi pengetahuan kepada petani bahwa untuk menanam di butuhkan bibit berkualitas, pupuk cukup, obat-obatan hama dan penyakit yang intensif, dan lain lain. Jika hal tersebut sudah tercapai, hasilnya tentu akan maksimal.... jika hasil maksimal bukan mereka yang mencari pasar, tapi pasar yang akan mencari mereka. Tentu saja hal ini akan meningkatkan harga jual yang otomatis akan meningkatkan taraf hidup para petani.
Barangkali kalau ada teman2 yang ingin berinvestasi, investasikanlah kepada petani, karena ternyata bidang ini kalau di kelola dengan manajemen yang baik akan memberikan keuntungan yang tidak sedikit kepada investor dan petani. Mudah2an kedepannya ada banyak petani betulan yang bisa menjadi petani berdasi.

Analisa Usaha Penggemukan Kambing

Usaha penggemukan kambing dapat dilakukan selama 150 hari untuk satu kali periode. Asumsi yang harus di perhatikan dalam perhitungan biaya dan penerimaan adalah sebagai berikut
  • 100 ekor bakalan kambing berumur antara 4-5 bulan
  • penambahan bobot/besar kambing selama 150 hari
  • Untuk 100 ekor kambing di butuhkan pakan konsentrat sebanyak 25 kg/hari dan hijauan 10 ikat/hari
  • Ketersediaan pakan hijauan pada satu kali periode adalah mutlak di perlukan.
  • Penyusutan kandang adalah 5% * 30.000.000 = 1.500.000
Analisis usaha penggemukan per 150 hari :

Biaya






Tenaga kerja
150 hari @ 50,000 = 7,500,000
Bakalan
100 ekor @ 800,000 = 80,000,000
Konsentrat
3750
kg @ 1,350 = 5,062,500
Hijauan
1500
ikat @ 10,000 = 15,000,000
Obat-obatan
100 ekor @ 5,000 = 500,000
Penyusutan Kandang




= 1,500,000
Lain-lain




= 5,000,000
Total




= 114,562,500








Penerimaan
100 ekor @ 1,500,000 = 150,000,000








Keuntungan

150.000.000-114.562.500

= 35,437,500

Analisa ini saya buat dengan perhitungan pembelian bakalan harga maksimal dan penerimaan penjualan dengan harga minimal, tentu saja parameter tersebut dapat berubah sesuai dengan waktu penjualan. Menurut pengalaman jika penjualan di lakukan pada saat hari raya Idul Adha, harga kambing dapat mencapai sekitar Rp 2.000.000/ ekor.

Analisa Usaha Tanaman Wortel


ANALISA HASIL WORTEL /HEKTAR LAHAN






waktu tanam 120 hari





NO NAMA BAHAN KEBUTUHAN
SATUAN HARGA SATUAN JUMLAH KETERANGAN
1 Pupuk kandang 10,000
kg 250 2,500,000 pupuk dasar
2 kapur(dolomit) 400
kg 250 100,000 pupuk dasar
3 ZA 200
kg 650 130,000 pupuk dasar
4 SP36 200
kg 650 130,000 pupuk dasar
5 Phonska 200
kg 650 130,000 pupuk dasar
6 KCL
kg 650 - pupuk dasar

7 Super K 5
liter 50,000 250,000 pupuk lanjutan/untuk umbi atau buah
8 Vitabloom 5
kg 56,000 280,000 pupuk lanjutan/perangsang tanaman
10 Atonik/Multimikro 10
liter 67,000 670,000 penyedia unsur mikro
11 NPK mutiara 1
sak 385,000 385,000

12 Curacron -
liter 95,000 - Insektisida ulat
13 Mkozep -
kg 78,000 -
14 agristick/triton -
liter 15,000 - Perekat
15 Dursban -
liter 60,000 - Fungisida






4,575,000









tenaga kerja 480
hari 25,000 12,000,000

bibit 25
kaleng 37,500 937,500

TOTAL BIAYA



17,512,500

HASIL 50,000
KG 1,500 75,000,000

PROFIT



57,487,500