Setelah saya mencoba terjun langsung di dunia pertanian, ternyata memang banyak sekali kendala yang di hadapi oleh petani. Petani yang saya maksud ini adalah petani yang betul-betul petani, bukan petani berdasi (termasuk saya.... hehehe). Kendala yang tidak bisa di prediksi adalah faktor alam, banjir, longsor, gempa bumi, kemarau panjang dsb. Makanya saya mengeliminir kendala non teknis tersebut. Secara garis besar kendala tersebut sebagai berikut :
- Ketersediaan lahan
- Kecukupan modal
- Pengetahuan yang kurang
- Ketersediaan bibit, pupuk, dan saprodi
- Informasi pemasaran
Dari ilustrasi tersebut, bisa di hitung berapa pengasilan petani itu per tahunnya,,,, apa cukup buat hidup sehari hari ?? Jangan mimpi bisa di pake belanja di carrefour deh duitnya....
Tentu harus di cari solusinya, saya ngga tahu siapa yah yang paling bertanggung jawab dengan keadaan tersebut. Saya berangan-angan seandainya kendala di poin pertama dan kedua dapat di eliminir, poin-poin berikutnya pasti akan tereliminir dengan sendirinya. Tidak bisa salah satu, ada lahan tidak ada modal, yah bongkok. Ada pengetahuan tapi tidak ada lahan dan modal, melamun berarti.
Dengan ketersediaan lahan dan kecukupan modal tentu akan gampang bagi para penyuluh untuk memberi pengetahuan kepada petani bahwa untuk menanam di butuhkan bibit berkualitas, pupuk cukup, obat-obatan hama dan penyakit yang intensif, dan lain lain. Jika hal tersebut sudah tercapai, hasilnya tentu akan maksimal.... jika hasil maksimal bukan mereka yang mencari pasar, tapi pasar yang akan mencari mereka. Tentu saja hal ini akan meningkatkan harga jual yang otomatis akan meningkatkan taraf hidup para petani.
Barangkali kalau ada teman2 yang ingin berinvestasi, investasikanlah kepada petani, karena ternyata bidang ini kalau di kelola dengan manajemen yang baik akan memberikan keuntungan yang tidak sedikit kepada investor dan petani. Mudah2an kedepannya ada banyak petani betulan yang bisa menjadi petani berdasi.